
asalam mualaikum .........
baru-baru ini aceh utara mempunyai kabar gembira yaitu akan di buka nya kembali PABRIK PUPUK AAF yang telah tidak lagi berproduksi....kemungkina pabrik ini akan di operasikan kembali oleh konsorsium asal CINA....
Mengapa tidak............dimana kerja keras oleh oleh para2 tim likuidator ini ternyata berbuah emas...Tim yang di pimpim oleh MARWAN YAHYA ini berhasil membuka peluang EKONOMI bagi masyarakat DEWANTARA khusus nya dan ACEH UTARA umum nya.....
Supporting Likuidator PT AAF, Marwan Yahya mengatakan, konsorsium China melalui PT Bumi Persada Lestari, telah memenangkan tender PT AAF, pada 18 Agustus 2006 lalu dengan harga Rp 509,6 milyar. Investor itu akan segera membangun kembali PT AAF setelah ada keputusan dari pemerintah Indonesia terhadap hasil tender.
Menurut Marwan, investasi yang akan ditanamkan pada pabrik eks PT AAF mencapai Rp 5 triliun, sebanyak Rp 2 triliun diantaranya dikhususkan untuk pengembangan pada berbagai proyek.
"Pihak konsorsium China juga akan membangun pabrik gasifikasi untuk mengolah batu bara menjadi gas sebagai bahan baku utama produksi dan energi pabrik. Sedangkan mesin-mesin yang ada sekarang akan dirombak sekitar 70 persen lebih, karena kondisinya tidak layak pakai," ujar Marwan.
Perusahaan tersebut juga akan membangun pembangkit listrik dari batu bara, dengan kapasitas 30 MW. Dari kapasitas itu, yang akan dipakai untuk perusahaan sebesar 15 MW, sementara sisanya merupakan alternatif bekerjasama dengan PLN dalam upaya menanggulangi kekurangan arus listrik di daerah.
"Jika pemerintah pusat dapat segera menyetujui penjualan AAF kepada konsorsium ini, sesuai hasil tender yang telah dilaksanakan, roda ekonomi di daerah ini akan segera berputar kembali. Tenaga kerja akan tertampung, kontraktor, vendor, pengusaha, perdagangan dan jasa akan bergeliat lagi," cetus Marwan.
sementara dari satu sisi..masyarakat sekitar pun sangat antusias dalam mendukung kehidupan pabrik pupuk ini....
Setelah pabrik tersebut berpindah tangan dari pemegang saham sebelumnya (negara-negara Asean), itulah yang kemudian menjadi dasar bagi konsorsium asal Cina untuk berinvestasi dan menghidupkan kembali perusahaan itu.
Kepastian akan adanya investor asing yang akan mengelola PT AAF disampaikan Djohan Unggul mewakili konsorsium asal Cina ketika melakukan pertemuan dengan Muspida Plus Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe di pendapa Bupati Aceh Utara, Rabu (14/11).
Dalam pertemuan itu, Djohan Unggul mengaku optimis akan berhasil menghidupkan kembali perusahaan itu dalam tempo enam bulan. Namun, untuk menghidupkan kembali perusahaan yang telah lama tidak beraktivitas itu, harus mengganti berbagai peralatan yang telah karatan.
Investasi keseluruhan, menurut Djohan Unggul mencapai 450 juta dollar atau jika diasumsikan dengan dollar Rp 9.200, mencapai Rp 4,1 triliun.
Selama ini, lanjut Djohan, PT AAF merupakan perusahaan yang menggantungkan hidup dari bahan baku gas. Untuk selanjutnya, pihak investor akan menggantikan teknologi gas dengan bahan baku batu bara. “Kalau program ini berhasil, berarti di Indonesia merupakan perusahaan pertama peralihan dari gas ke batubara,” kata Djohan KEPADA KAMI SAAT BINCANG2.
Dalam pertemuan sebelumnya, Djohan juga mengatakan, konsorsium Cina sangat yakin dengan penanaman modal di Aceh, karena kondisi Aceh yang terus membaik.
Djohan mencontohkan, dua tahun silam, lalu-lalang kendaraan di jalan raya sangat jarang, seperti di jalur Medan-Aceh. Tetapi kini, kondisi jalan sangat padat bahkan jalan masuk ke Kota Lhokseumawe macet. “Ini menjadi indikasi bahwa perekonomian Aceh berangsur pulih. Begitu juga keamanan, tak ada keraguan lagi,” ujarnya.
Marwan Yahya, seorang staf penting di PT AAF yang termasuk anggota tim menghidupkan kembali PT AAF mengatakan, pihak konsorsium akan membangun pabrik gasifikasi untuk pengolahan batu bara menjadi gas sebagai bahan baku utama produksi. Hal lain yang dilakukan adalah perombakan mesin sekitar 70 persen karena sudah tidak layak pakai.
APA KAH NASIB BAIK DAN JUGA KERJA KERAS TIM TA 2009 INI DAPAT MENGEMBALIKAN ACEH UTARA.....
WASALAM ..
by FIRMAN SAPUTRA bin ILYAS


Tidak ada komentar:
Posting Komentar